my daily activity

Sabtu, 11 Mei 2013

Telur dan Ayam Duluan Mana Ya?? : Ini jawabanya






              “Telur dan Ayam duluan mana?” Sebuah pertanyaan yang mengusik rasa penasaran kita. Kalau orang bilang lebih dahulu telur. Lalu darimana telur itu berasal kalau bukan dari ayam? Kalau dibilang lebih dulu ayam, bukankah ayam bermula dari sebuah telur?
                Hal ini dinamakan Paradoks, Sesuatu yang mengandung kebenaran, namun jika dipikir lebih lanjut akan berakhir membingungkan. Paradoks yang ada bukan hanya telur dan ayam. Contoh paradoks lain adalah paradoks pembohong. Seorang penduduk Pekalongan mengatakan, “Semua penduduk Pekalongan adalah pembohong”. Sekilas perkataan tadi nampak benar adanya. Namun, jika coba kita urai maka terlihatlah kerumitanya.
                Premis pertama, jika seluruh penduduk Pekalongan pembohong maka dia juga sedang berbohong. Premis kedua, jika dia tidak sedang berbohong maka tidak semua penduduk Pekalongan pembohong. Bingung kan sekarang?? Coba deh dipahami lagi. Inilah yang dinamakan Paradoks.
                Bicara tentang paradoks telur dan ayam, Saya jadi ingin mengutarakan suatu hal. Kehidupan kita yang sekarang ini dipenuhi oleh orang-orang yang orientasinya hanya pada hidup didunia. Ada tipe orang yang ketika hidup didunia beranggapan carilah dunia, akhirat itu gampang didapat. Hidup ini hanya sekali, kita harus menikmatinya. Dan lain sebagainya, meski beda ungkapan namun intinya sama mereka akan mengejar segala kepuasan yang ada didunia akhiratnya mereka pikirkan belakangan.
                Dunia sebenarnya hanyalah “batu loncatan” untuk menggapai akhirat yang badi. Tapi sayang, banyak orang justru terlena dengan dengan keindahan dunia dan pesonanya yang menggoda. Larut dalam kesenangan dan permainan dunia yang melalaikan.
                “Dan tidaklah kehidupan didunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya, akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, kalau mereka mengetahui” (QS. Al-Ankabut: 64)
                Visi Agamis diatas haruslah dimilki oleh seorang mukmin, sebelum dia memilki dunia. Jika tidak punya visi tersebut, tak heran jika kekayaan dunianya yang banyak malah membantunya untuk berbuat kemungkaran kepada Allah.
                Banyak orang terpukau lena dunia dan mengesampingkan masalah agama karena gagal paham terhadap visi itu. Semoga kita semua tergolong orang yang dicintai oleh Allah dengan diberikan kepahaman Agama yang baik sebelum mendapatkan dunia. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

copyrights @2012

Bahrul Ulum
All rights reserved