my daily activity

Senin, 22 September 2014

Prinsip Bimbingan Konseling

Prinsip merupakan paduan hasil kajian teoretik dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelakssanaan sesuatu yang dimaksudkan. Konselor yang telah memahami secara benar dan mendasarprinsip-prinsip dasar bimbingan dan konseling ini akan dapat menghindarkan diri dari kesalahan dan penyimpangan-penyimpangan dalam praktik pemberian layanan bimbingan dan konseling.
Prinsip-prinsip yang akan dibahas dapat ditinjau dari prinsip-prinsip secara umum, dan prinsip-prinsip khusus. Berikut penjelasan prinsip-prinsip umum bimbingan dan konseling
1.      Prinsip-Prinsip Umum
a.       Karena bimbingan itu berhubungan dengan sikap dan tingkah laku individu, perlulah diingat bahwa sikap dan tingkah laku individu itu terbentuk dai segala aspek kepribadian yang unik dan ruwet.
b.      Perlu dikenal dan dipahami perbedaan individual darpada individu-individu yang dibimbing, ialah untuk memberikan bimbingan yang tepat sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh individu yang bersangkutan.
c.       Bimbingan harus berpusat pada individu yang dibimbing.
d.      Masalah yang tidak dapat diselesaikan di sekolah harus diserahkan kepada individu atau lembaga yang mampu dan berwenang melakukannya.
e.       Bimbingan harus dimulai dengan identifikasi kebutuhan-kebutuhan yang dirasakan oleh individu yang dibimbing.
f.       Bimbingan harus fleksibel sesuai dengan program pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
g.      Pelaksanaan program bimbingan harus dipimpin oleh seorang petugas yang memiliki keahlian dalam bidang bimbingan dan sanggup bekerjasama dengan para pembantunya serta dapat berseedia mempergunakan sumber-sumber yang berguna diluar sekolah.
h.      Terhadap program bimbingan harus senantiasa diadakan penilaian yang teratur untuk mengetahui sampai dimana hasil dan manfaat yang diperoleh serta penyesuaian antara pelaksanaan dan rencana yang dirumuskan terdahulu.

2. Prinsip-Prinsip Kusus
a.    Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan:
1)      Bimbingan dan konseling melayani semua individu tanpa memandang umur, jenis kelamin, suku, agama, dan status sosial ekonomi.
2)      Bimbingan dan konseling berurusan dengan pribadi dan tingkah laku individu yang unik dan dinamis.
3)      Bimbingan dan konseling memperhatikan sepenuhnya dan tahap berbagai aspek perkembangan individu.
4)      Bimbingan dan konseling memberikan perhatian utama kepada perbedaan individual yang menjadi orientasi pokok pelayanannya.
b. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan permasalahan individu
1)      Bimbingan dan konseling berurusan dengan hal-hal yang menyangkut kondisi mental/fisik individu terdapat penyesuaian dirinya dirumah, disekolah serta dala m kaitannya dengan kontak sosial dan pekerjaan, dan sebaliknya pengaruh lingkungan terhadap kondisi mental dan fisik individu.
2)      Kesenjangan sosial, ekonomi, dan kebudayaan merupakan faktor timbulnya masalah pada individu dan kesemuanya menjadi perhatian utama pelayanan bimbingan.
c. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan program pelayanan
1)      Bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari pendidikan dan pengembangan individu, karena itu program bimbingan harus disesuaikan dan dipadukan dengan program pendidikan serta pengembangan peserta didik.
2)      Program bimbingan dan konseling  harus fleksibel disesuaikan disesuaikan dengan kebutuhan individu, masyarakat, dan kondisi lembaga.
3)      Program bimbingan dan konseling disusun secara berlanjutan dari jenjang pendidikan yang terendah sampai yang tertinggi.
4)      Terhadap isi pelaksanaan program bimbingan dan konseling perlu adanya penilaian yang teratur dan terarah.
d. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan pelaksanaan pelayanan
1)      Bimbingan dan konseling harus diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu membimbing diri dalam menghadapi permasalahan.
2)      Dalam proses bimbingan dan konseling  keputusan yang diambil dan hendak dilakukan oleh individu hendaknya atas kemauan individu  itu sendiri, bukan karena kemauan atas desakan dari pembimbing atau pihak lain.
3)      Permasalahan individu harus ditangani oleh tenaga ahli dalam bidang yang relavan dengan permasalahan yang dihadapi.
4)      Kerjasama antara pembimbing, guru dan orang tua amat menentukan hasil pelayanan bimbingan.

5)      Pengembangan program pelayanan bimbingan dan konseling  ditempuh melalui pemanfaatan yang maksimal dari hasil pengukuran dan penilaian terhadap individu yang terlibat dalam proses pelayanan dan program bimbingan dan konseling  itu sendiri. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

copyrights @2012

Bahrul Ulum
All rights reserved